Postingan

Belajar Sastra

Gambar
Semester 5, ya saya sekarang semester 5. Dibilang tua masih ada yang lebih tua, dibilang muda adeknya udah 2 (hahaha terus kenapa?). Terus kenapa semester 5? Ya gapapa, tapi.. Awal semester ini bisa dibilang agak kacau (tapi akhirnya insyaallah kece kok :D). Karena ada perubahan kurikulun yang membuat mahasiswa bingung, lha dosennya juga bingung. Gak perlu saya bahas disini karena bikin pusing wkwk dan kurang lebih itulah yang membuat saya dan beberapa teman terdampar di kelas-kelas dari jurusan lain. SASTRA! Yah, walaupun kuliah di fakultas yang dulu namanya Fakultas Sastra tapi baru kali ini saya berkesempatan mengikuti kuliah di jurusan yang Sastra beneran. Apa yang saya ambil sebenarnya masih relevan dengan studi saya saat ini. Fyi, saya kuliah di Arkeologi  (ilmu ajaib yang mempelajari masa lalu dan dibantu banyak ilmu lain dari sejarah, agama, arsitektur, sampai geografi). Sementara matkul yang saya ambil di jurusan lain itu adalah Tata Bahasa Sanskerta, Pengantar Jawa...

Lupa?

Gambar
"Wes tak lali-lali, malah sansaya kelingan" Itu lah sepenggal lirik dari lagu Ketaman Asmara -nya Om Didi Kempot yang entah mengapa seringkali terngiang-ngiang di kepala saya. Bagi yang tidak tahu, kurang lebih artinya : "Sudah kucoba untuk melupakan, tapi malah semakin teringat". Kira-kira apa yaaa yang bikin begitu? Mantan? Ujian? Utang? hahaha semua orang punya masing-masing lah :) Jadi teringat saat saya masih kecil (mungkin awal-awal SD). Saat itu saya sedang ingin melupakan sesuatu, tapi kok ternyata tidak bisa. Lama-kelamaan saya sadar, bahwa kita tidak bisa dengan sengaja "melupakan" sesuatu. Berbeda dengan "lupa" yang bisa benar-benar membuat kita tidak ingat. Walaupun semakin tua katanya orang semakin cepat lupa alias kalo kebablasan bisa menjadi pikun, tapi sekali lagi lupa yang begitu bukan disengaja ya! (coba saja tanya pada orang yang lebih tua, contohnya ibu saya; kadang lupa mematikan kompor, lupa menaruh kunci motor, dsb -w...

Tanya Begini

Gambar
Teman saya bertanya, "Kenapa keraajaan Hindu tertua ada di Kutai?" Kata dosen saya "Hal itu masih sulit untuk dicari" Mungkin karena belum ada bukti-bukti Yang berupa tinggalan Arkeologi Jika laut sulit diseberangi Mengapa jadi begini? Hanya Sumatera dan Jawa yang punya bukti saat ini Tetapi lain kali harus tetap kita cari. 3/9/17 ( terinspirasi dari teman saya yang bertanya demikian)

Eks-pek-ta-si

Gambar
Menurut KBBI, Eks - pek -ta- si berarti pengharapan. Pengharapan buat saya artinya adalah sesuatu yang memiliki "tempat" khusus di benak kita. Sangat dinanti -nanti dan rasanya harus sesuai dengan apa yang dibayangkan . Namun pernahkah kita merasa suatu pengharapan itu tidak sesuai dengan ekspektasi? Tentu pernah. Misalnya, saat sudah sangat percaya diri mengerjakan ujian ternyata hasilnya nihil (kalau ini biasanya karena terlalu percaya diri, seriously!) atau saat teman kita menjanjikan sesuatu tapi apa yang ia bawakan malah berbanding 180° dengan angan-angan kita. Percayalah itu adalah hal yang biasa. Sesuatu terjadi tidak sesuai ekspektasi itu biasa. Karena apa? karena itulah hidup. Tentang sesuai ekspektasi atau tidak, semua itu adalah tentang bagaimana kita menyikapinya. Buat saya bersyukur adalah kuncinya. Sambat - sambat sedikit boleh lah ya, namanya juga manusia, bukan malaikat. Kecewa sedikit? Ya tidak apa-apa. Asalkan jangan kelewatan dan membuat orang-orang di...

LIMA TAHUN DI JOGJA

Gambar
Lima tahun tinggal di Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Yogyakarta membuat saya sadar akan beberapa hal. Namun, apa yang saya tulis disini tentu tidak semuanya. Mengapa? Karena Jogja menyimpan berjuta cerita, berjuta angan, berjuta mimpi, yang saya sendiri tidak sanggup menuliskannya dengan kata-kata. Saya tambahkan kutipan dari Sudjiwo Tejo yang saya pikir cocok dengan kisah saya bisa “tersasar” di Jogja (yang tidak akan saya jelaskan disini), “Pergi ke Jogja adalah caraku menertawakan kesibukan orang-orang Jakarta”. Inilah sedikit cerita dari saya, selamat membaca :) Sangat mudah untuk menjadi “medok” di Jogja Saya menetap di Jogja sejak SMA. Saya adalah murid baru dari SMP di Jakarta. Dengan logat saya yang sedikit berbeda dari teman-teman, mereka sangat tertarik. Terkadang saya diminta berbicara gaya Jakarta. Tapi saya tidak bisa. Saya malah terbawa arus, mengikuti gaya bicara halus dan “medok” khas Jogja. Sehingga saat bertemu atau menelpon teman-teman dari Jakarta y...

Biarkan

Gambar
Apabila bulan sabit masih melengkung Aku masih menunggu Bila sinar mentari masih terang benderang Aku belum menghilang Dingin pagi dan malam turun bergantian Mengiringi luka yang masih menganga Luka yang masih disana Biarkan rintik hujan dan tetesan embun Silih berganti menciprati diri Sebagai ganti cerita pilu Sebagai pelipur lara Untuk jiwa-jiwa yang berduka Jiwa yang masih disana Hari-hari seolah tak peduli Ia tetap saja berganti Biarkan semua berlari bersembunyi Hilang entah kemana Biarkan itu semua Aku tetap percaya, cita dan asa tak akan kemana-mana. Yogyakarta, 25 Agustus 2017 07.30

Selamat Datang!

Gambar
Setelah sekian lama menulis blog hanya menjadi sebuah niat, akhirnya lahirlah "Lari Kecil". Entah mengapa saya beri nama Lari Kecil. Dalam benak saya paduan dua kata itu memiliki arti yang dinamis. Dinamis dalam arti bergerak cepat tetapi tidak begitu cepat, lambat tetapi bukan untuk berhenti. Maka dua kata sederhana itu menjadi harapan saya untuk blog yang masih seumur jagung ini. Mengutip apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah". Maka saya beranikan diri untuk mulai MENULIS. Walaupun tentu dalam hal ini saya HARUS masih banyak sekali BELAJAR. Saran dan kritik sangat saya harapkan :) Begitulah sedikit pembuka untuk "arena" ini. Saya hanya mahasiswa biasa yang baru mencoba percaturan blog ini (hahaha apaan sih 😂). Semoga dapat bermanfaat! Yogyakarta, 24 Agustus 2017